Arsip untuk Desember, 2010

Kalkulator scientific lengkap dan gratis

Tool kalkulator secara default sudah ada di sistem operasi Windows, tapi apakah anda merasa tool kalkulator yang ada di Windows itu tidak memuaskan karena kurang lengkap atau antarmukanya yang kurang pas? Jika anda ingin mencari tool kalkulator lain mungkin anda bisa coba ESBCalc. ESBCalc adalah sebuah software kalkulator scientific gratis yang dilengkapi dengan Infix Notation, Tanda kurung, Fungsi Scientific, Memory, Pilihan Paper Trail, Daftar hasil history, Warna dan huruf yang bisa dikustomisasi dan banyak lagi. Sedangkan untuk Fungsinya diantara lain adalah Trigonometri, Hyperbolik, Logarithma – Base 10, Base 2 & Natural – dan banyak lagi yang lainnya.

DOWNLOAD (Full version)

DOWNLOAD (Portable version)

sumber : www.erakomputer.com

Kalkulator Web

Sebuah alternatif bagi yang belum punya kalkulator ilmiah, dan hanya punya akses internet.  Web kalkulator ini lumayan lengkap, hampir sama dengan kalkulator ilmiah lainnya dengan fitur-fitur perhitungan rumit yang dapat digunakan.

Alamatnya : http://web2.0calc.com/

Tampilannya:

 

Semoga bermanfaat…

Tipping point – hukum yang sedikit

Malcom mengatakan Keberhasilan darisetiap jenis epidemi sosial sangat tergantung pada keterlibatan orang dengan satu set tertentu dan langka hadiah sosial.” Menurut Gladwell, ekonom menyebutnya”Prinsip 80/20″, yang merupakan ide bahwa dalam situasi apa pun sekitar 80 persendari ‘kerja’ akan dilakukan oleh 20 persen dari peserta. ”

Berbeda esensi namun memiliki keterkaitan yang erat dimana kadang di dalam perjalanan mewujudkan satu idea ke idea yang lain sering kali kita gagal. Namun suatu saat ketika satu idea yang tengah diusahakan mendapatkan tipping point yang tepat maka tanpa disadari segala titik di belakang tersebut merupakan karunia yang saling terhubung menuju satu tipping point itu sendiri.

Bagi mereka yang tertarik pada bagaimana untuk memulai dan menjadi trendsetter, buku ini berisi berbagai ilustrasi menarik. Terutama dalam penggambaran mengenai The Law of the Few yaitu 3 orang yang mampu menyebarkan ide, tren baru dan menciptakan fenomena ketok tular:

Konektor adalah orang-orang yang “link kami dengan dunia, orang dengan hadiahkhusus untuk menyatukan dunia.” Mereka adalah “segelintir orang dengan bakatsungguh luar biasa untuk membuat teman-teman dan kenalan”. Gladwell ciri orang-orang ini memiliki jaringan sosial lebih dari seratus orang.

Maven adalah “spesialis informasi”, atau “orang yang kita mengandalkan untuk menghubungkan kita dengan informasi baru.” Mereka mengumpulkan pengetahuan,terutama tentang pasar, dan tahu cara berbagi dengan orang lain. Menurut Gladwell ,mulai Maven “word-of-mulut epidemi” karena pengetahuan, keterampilan sosial, dan kemampuan untuk berkomunikasi.  Gladwell, “Maven benar-benarbroker informasi, berbagi dan perdagangan apa yang mereka ketahui”.

Salesman adalah “pembujuk”, orang-orang karismatik dengan kemampuannegosiasi yang kuat. Mereka cenderung memiliki sifat tak dapat dijelaskan yang melampaui apa yang mereka katakan, yang membuat orang lain ingin setuju denganmereka.

Very Small Aperture Terminal

VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.

Mendapatkan data Internet dari setelit sama dengan mendapatkan sinyal televisi dari satelit. Data dikirimkan oleh satelit dan diterima oleh sebuah alat decoder pada sisi pelanggan. Data yang diterima dan yang hendak dikirimkan melalui VSAT harus di-encode dan di-decodeterlebih dahulu. Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz). Selain C-Band ada juga KU-Band. Namun C-Band lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3,7 sampai 4.2 GHz).

Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan konektifitas yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT.

Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte. Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap sub-frame adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya.

Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.

Terminal Antena Sangat Kecil adalah alat di stasiun bumi dan digunakan untuk mengirim serta menerima pancaran frekwensi daripada satelit. Antena VSAT berukuran lebih kurang 2 hingga 10 kaki (0.55-2.75 m) dipasang di atap ,dinding atau atas tanah dan pemilihan besar kecilnya antena sangat tergantung pada jenis frekuensi (misalnya C band atau Ku band) yang akan digunakan.

Komponen VSAT, terdiri dari:

  • Unit Luar (Outdoor Unit (ODU):
    1. Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di tanah.
    2. BUC (Block Up Converter), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).
    3. LNB (Low Noise Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx).
  • Unit Dalam (Indoor Unit (IDU)):
    1. Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter.
    2. IFL (Inter Facility Link). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).
  • Satelit
    1. Merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima/ menghantar maklumat secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio.
menggunakan Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri, dengan teknologi C band yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Menggunakan Komunikasi 2 arah, menerima dan menghantar isyarat. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote terminal, dikawal oleh hub station. Semua isyarat dari satelit dikirim ke hub terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain, yaitu Propinsi / Kabupaten.

  • Kapasitas muat turun (download) ialah 1 Mbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 45 Mbps**
  • Kapasitas muat naik (upload) pula ialah 128 Kbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 1.1 Mbps**
  • Kontrak perjanjian SchoolNet hanya 1 Mbps muatturun dan 128 Kbps muatnaik

Jenis-jenis satelit bergantung kepada kedudukannya dengan permukaan bumi.

Ada 4 jenis satelit :

  • GEO -Geostaioner (geo-synchronous) earth orbit Geostasioner
  • MEO -Medium earth orbit
  • LEO -Low earth orbit Orbit bumi rendah
  • HEO -Highly elliptical orbit

Keunggulan VSAT:

  • Pemasangannya cepat.
  • Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi.

Kekurangan VSAT:

  • Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air).
  • Memakan tempat, terutama untuk piringannya.
  • Latency yang lebih tinggi di bandingkan kabel

Provider vsat di indonesia (lumayan mapan):

CDM

Sanatel

Sano intenet

PSN, dll.

 

Apakah internet bukan merupakan media massa?

Menurut Tracy Laquey, internet merupakan jaringan longgar dari ribuan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Internet telah berkembang menjadi ajang komunikasi yang sangat cepat dan efektif. Internet telah tumbuh sedemikian besar sebagai alat informasi dan komunikasi yang tak dapat diabaikan. Namun, timbul pertanyaan, apakah internet ini merupakan media massa?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya memahami komunikasi massa terlebih dahulu. Komunikasi massa menurut Bittner, dalam Psikologi Komunikasi karya Jalaludin Rakhmat, adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. Dari definisi itu diketahui bahwa media massa adalah unsur vital yang menunjang komunikasi massa.
Adapun karakteristik dari komunikasi massa yang dipaparkan dalam buku Komunikasi Massa: Suatu Pengantar karya Elvinaro Ardianto adalah
(1) komunikator terlembagakan,
(2) pesan bersifat umum,
(3) komunikannya anonim dan heterogen,
(4) media massa menimbulkan keserempakan,
(5) komunikasi mengutamakan isi ketimbang hubungan,
(6) komunikasi bersifat satu arah,
(7) stimulasi alat indra terbatas, dan
(8) umpan balik tertunda dan tidak langsung.

Karakteristik yang pertama, komunikator dalam komunikasi massa terlembagakan. Artinya komunikasi massa melibatkan lembaga dan komunikatornya bergerak dalam dalam suatu organisasi. Hal ini tentu sudah jelas. Media-media besar seperti Tempo dan Kompas yang menggunakan media internet adalah sebuah lembaga. Kemudian muncul sebuah pertanyaan, bagaimana dengan individu-individu yang tidak tergabung dalam sebuah lembaga namun ikut menyampaikan pesan lewat internet?

Karakteristik yang kedua, pesan bersifat umum. Komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang tertentu. Pesan ini pun mengandung unsur informasi yang penting atau menarik bagi semua orang. Apabila melihat blog-blog yang banyak memuat hal-hal khusus seperti catatan harian seseorang yang sifatnya tidak umum dan sering kita anggap tidak penting, apakah internet itu adalah media massa?

Ciri ketiga, dalam komunikasi massa, komunikator tidak mengenal komunikan (anonim). Komunikan pun heterogen, karena terdiri dari lapisan masyarakat yang berbeda. Karakteristik ini sesuai dengan kondisi komunikan internet.
Media massa menimbulkan keserempakan. Kelebihan komunikasi massa dibandingkan dengan komunikasi lainnya, adalah jumlah sasaran khalayak atau komunikan yang dicapainya relatif banyak dan tidak terbatas. Komunikasi yang banyak tersebut terjadi secara serempak pada waktu yang bersamaan. Pengguna Internet dapat mengakses internet kapan saja. Hal ini tentu dapat menimbulkan keserempakan.

Karakteristik kelima, komunikasi mengutamakan isi ketimbang hubungan. Salah satu prinsip komunikasi adalah komunikasi memunyai dimensi isi dan dimensi hubungan. Dimensi isi menunjukkan muatan pesan, dan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya.

Karakteristik keenam, komunikasi massa bersifat satu arah. Komunikator aktif menyampaikan pesan, komunikan pun aktif menerima pesan, namun di antara keduanya tidak ada dialog yang langsung sebagaimana terjadi dalam komunikasi antarpesona. Dengan kata lain, komunikasi massa itu bersifat satu arah.

Dalam komunikasi tersebut, umpan balik tertunda dan tidak langsung. Hal ini merupakan ciri komunikasi massa yang ketujuh.

Komunikator tidak dapat secara langsung mengetahui reaksi komunikan terhadap pesan yang disampaikannya. Waktu yang dibutuhkan untuk mengetik e-mail misalnya, adalah contoh yang menunjukkan umpan balik bersifat tertunda.
Karakteristik yang terakhir, stimulasi alat indra terbatas. Pada komunikasi antarpersona yang bersifat tatap muka, maka seluruh alat indra digunakan secara maksimal. Dalam komunikasi massa, komunikator maupun komunikan tidak menggunakan kemampuan seluruh alat indranya.

Dari uraian di atas ada beberapa hal yang menimbulkan kegoyahan dalam menggolongkan internet sebagai media massa. Hal-hal yang dimaksud adalah komunikator yang bukan merupakan sebuah lembaga dan pesan yang kadang bersifat khusus bukan umum. Apakah dua hal ini membuat internet ditendang dari golongan media massa?
Keadaan demikian malah dapat dianggap sebagai sebuah perkembangan dalam komunikasi massa. Kini, melalui internet setiap orang dapat memiliki media sendiri untuk menyampaikan suatu pesan. Lalu, timbulnya pesan yang bersifat khusus dapat dianggap sebagai dampak dari keberadaan internet. Pilihan berada di tangan komunikan untuk memilih mana informasi yang dianggap penting.
Keberadaan internet pun rasanya membuat karakteristik komunikasi massa terkoreksi. Kini, komunikasi massa tidak lagi sebuah komunikasi satu arah yang utuh. Setiap komunikan dapat memberikan respon langsung setelah mendapat pesan, kemudian respon itu akan direspon kembali oleh sang komunikator. Intinya, ada dialog yang terjadi dalam komunikasi massa. Walaupun memang dialog itu tidak terjadi selayaknya komunikasi dua arah yang langsung.
Penggunaan alat indra yang semula terbatas mengalami koreksi. Kini, melalui internet, alat indra komunikan mengalami kemajuan dalam penggunaannya. Tak hanya satu atau dua alat indra saja yang dipakai.
Internet adalah sebuah media seperti halnya kertas. Pada akhirnya, pilihan untuk menjadikan ‘kertas’ tersebut sebagai sebuah ‘surat pribadi’ atau sebagai ‘suratkabar’ berada di tangan komunikator. Apakah ia memang bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada sejumlah besar orang atau tidak.

 

Sumber : 
http://id.wikipedia.org
http://duapena.multiply.com

 

Bantu Google Menyumbang!

Yang memakai Chrome untuk browsing bahkan untuk apa aja,kita bisa  turut ambil bagian dalam membantu Google untuk menyumbang kepada lembaga-lembaga non-profit yang ada di seluruh dunia, cukup dengan menggunakan Google Chrome browser setelah menginstal ekstensi:

Chrome for a cause!
Link Download: Chrome for a Cause

Berpartisipasilah dalam proyek amal bersama-sama dengan komunitas pengguna Chrome. Instal ekstensi Chrome for a Cause dan setiap kali browsing dengan Chrome maka agan sudah menyumbang untuk dunia. Antara 15 – 19 Desember, setiap tab yang agan buka akan mendukung Cause yang baik. Untuk info lebih lanjut tentang sumbangan amal dan organisasi yang bekerja sama dan membantu kami dalam hal ini,

kunjungi:http://www.google.com/chrome/intl/en/p/cause/

Icon nya di sebelah kanan disamping tab address, diharuskan juga membuka Gmail, bila punya idnya. tiap 10 tab kita bisa menyumbangkan buku, vaksin, pohon dan shelter.

 

Contoh Kasus Dalam dan Luar Negri Informasi Superhighway

Contoh Kasus Dalam dan Luar Negri

Membuka “Jalan Tol” Virtual
Akses Pita Lebar l Pengguna Layanan di Asia Pasifik Capai 56 Juta

Negara-negara Asia Pasifik sepakat memperluas konektivitas pita lebar. Pembangunan infrastruktur yang merata menjadi tantangan untuk mendukung perkembangan tersebut di Tanah Air.

Hasil pertemuan para menteri telekomunikasi dan informasi negara-negara Asia Pasifik yang digelar pekan lalu menyepakati untuk memperluas konektivitas pita lebar (broadband) guna mengembangkan ekonomi berbasis teknologi tersebut. Selain itu, hasil pertemuan yang tertuang dalam Bali Statement itu juga sepakat untuk memfasilitasi layanan konvergensi yang efektif, memberi dukungan terhadap pengembangan konten dan aplikasi, serta menurunkan biaya roaming internasional.  Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan pengembangan broadband menjadi salah satu titik berat perhatiannya dalam mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia karena mampu meningkatkan daya saing dan memajukan perekonomian Negara.

Senior Director of Services GSMA, Jaikishan Rajaraman, mengungkapkan  koneksi akses tetap pita lebar dunia saat ini mencapai 1,3 miliar atau mewakili 16,4 persen populasi dunia. Sementara koneksi akses bergerak pita lebar (mobile broadband) mencapai empat miliar koneksi, atau mewakili 64 persen populasi dunia. “Pelanggan mobile broadband global tumbuh delapan juta per bulannya.”

Berdasarkan data Wireless Intelligence per kuartal ketiga 2009, Asia Pasifik merupakan pengguna mobile broadband terbesar yakni 56,2 juta pelanggan, di atas pengguna di Amerika Serikat dan Kanada yang berkisar 45,36 juta pelanggan. Pengguna mobile broadband di Indonesia sendiri diperkirakan GSMA hampir menyentuh dua juta pelanggan. Angka itu diperoleh dari operator seperti Telkomsel 1,3 juta, Indosat (IM2) 500 ribu, Excelcomindo Pratama (XL) 100 ribu, dan beberapa operator lainnya. Pengguna layanan data Internet bergerak tersebut diproyeksi bakal menembus angka 45 juta pelanggan pada 2013 mendatang.

Dia menyebutkan broadband akan berkembang dengan pesat di Indonesia jika ekosistem untuk mengembangkan teknologi ini berhasil didorong eksistensinya oleh pemerintah. Ekosistem itu mencakup ketersediaan perangkat, inovasi, serta kesiapan operator dan pelanggan.

Tumbuhnya penetrasi mobile broadband diyakini mampu merangsang pertumbuhan pendapatan bruto atau GDP di sebuah negara.  “Setiap 10 persen penetrasi broadband akan meningkatkan satu persen pertumbuhan GDP. Itu adalah kontribusi secara langsung dari investasi jaringan. Belum lagi multiplier effects dari tumbuhnya kontribusi dari penyedia konten, perangkat, dan lainnya ,” kata dia.

Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P Santosa mengungkapkan kendala yang sering kali dihadapi dalam jaringan mobile broadband di Indonesia, khususnya di Jakarta, adalah kongesti atau kemacetan jaringan.

Guna mengatasi hal ini pemerintah disarankan membangun virtual electronic superhighway alias “jalan tol” virtual. “Mengurai kemacetan konektivitas itu dari sana. Sayangnya, pengembangan akses teknologi broadband acap kali terbentur masalah infrastruktur telekomunikasi,” kata dia.

Menurut Setyanto, diperlukan keterlibatan pemerintah untuk menjadi pemimpin sekaligus pelopor untuk membangun virtual electronic superhighway.  “Ini adalah tantangan kita sebagai negara yang terbilang terlambat dalam mengadopsi broadband. Masih ada celah untuk membangun bangsa ini bersama-sama,” kata dia.

Dukungan Regulasi

Pada kesempatan lain, anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi menegaskan Indonesia juga harus segera menjalankan rencana aksi sesuai kesepakatan dalam Bali Statement dengan menghadirkan regulasi dan kerangka kerja regulator yang mendorong infrastruktur broadband agar kian kompetitif dan dapat menjangkau seluruh negeri

Heru juga menyarankan perlunya dibangun lebih banyak titik Internet exchange yang lebih menyebar dan tidak hanya fokus di kawasan barat. Selain itu, perlu juga dibangun inkubator bisnis untuk mengembangkan konten lokal. Anggota Komite lainnya, Nonot Harsono, menegaskan jika ingin membangun ekonomi berbasis broadband harus ada komitmen tidak hanya dari komunitas tetapi juga pemerintah. Tidak dijadikannya infrastruktur TIK sebagai prioritas tentu membuat seretnya alokasi dana untuk pembangunan. Apalagi kalau mengandalkan swasta, maka masyarakat perdesaan tidak bisa menikmati broadband Karena orientasi swasta yang bersifat profit.

Nonot menyarankan solusi terbaik adalah pemerintah membangun infrastruktur broadband. Selanjutnya untuk pemeliharaan dan operasional diserahkan kepada swasta dengan mekanisme tender.  Secara terpisah, juru bicara Depkominfo Gatot S Dewo Broto mengatakan Indonesia dalam pengembangan konektivitas broadband berencana fokus pada Palapa Ring dan meningkatkan proyek universal service obligation (USO) menjadi broadband service obligation (BSO).

Palapa ring atau proyek membangun cincin serat optik di kawasan timur Indonesia dianggap sebagai pilot project Indonesia karena untuk membangunnya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

ISH di Korea
visi untuk membawa bangsa Korea ke dalam era informasi

Pemimpin negara Korea Selatan memiliki visi untuk membawa bangsa Korea ke dalam era informasi. Republik Korea Selatan mulai masuk ke dalam era digital tahun 1987 dengan dikeluarkannya National Basic Information System Plan (NBIS) untuk mengembangkan industri komputer. Pada tahun 1994 pemerintah Korea mengeluarkan kebijakan yang disebut dengan Korean Information Infrastructure (KII) Policy Committee yang bertugas untuk menyiapkan infrastruktur ekonomi. Komite ini dikepalai oleh Perdana Menteri dan dijalankan oleh Mentri Perencanaan Ekonomi dengan bantuan official dari 20 kementrian. Komite ini memiliki empat fungsi khusus yaitu :

• Mengkoordinasikan kebijakan KII dan melakukan pendampingan dalam mengimplementasikan visiKII.

• Membangun master plan KII dan mengatur pendanaan implementasi.

• Melakukan evaluasi teknologi pada yang dilakukan oleh KII.

• Mereview legislasi dan regulasi yang terkait dengan masyarakat informasi.CYBER KOREA 21 (1999-2002) Menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin mengglobal, pemerintah mulai mengeluarkan kebijakan yang disebut dengan Basic Plan for Expediting Information Age and established “Cyber Korea 21. Tujuan utama pembentukan Cyber Korea 21 adalah sebagai berikut :

• Upgrading jaringan telekomunikasi, penggunaan serat optik, cable modem, wireless local loop dan komunikasi satelit yang bertujuan untuk mempercepat layanan komunikasi bagi seluruh rakya Korea. Proyek ini menelan anggaran sampai dengan 8,67 juta dollar Amerika

• Meningkatkan literasi teknologi informasi dengan program pendidikan menggunakan komputer, dimulai dari literasi dasar sampai dengan tingkat pakar. Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan semua sekolah di Korea ke internet.

• Membuat revisi terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual, perpajakan, enkripsi dan kerangka legal untuk mendukung e-Commerce. Proyek ini juga mencakup penggunaan hukum tandatangan elektronis yang memungkinkan terjadinya transaksi elektronis dan sirkulasi dokumen

• Pembuatan layanan elektronis umum dan kiosk pada tempat-tempat umum yang memungkinkan penduduk Korea dapat terhubung ke dalam jaringan.

• Meningkatkan intensitas penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah bagi industri perangkat lunak dan multimedia content.

• Mempromosikan kolaborasi internasional dalam bentuk riset dan pengembangan teknologi informasi E-KOREA VISION 2006 Berdasarkan kedua proyek yang sudah disebutkan di atas, pemerintah Korea Selatan kemudian meluncurkan proyek tahap ketiga dalam bentuk Master-plan pada April 1992. Visi dari e-Korea 2006 adalah memfokuskan diri pada peningkatan kualitatif seperti peningkatan produktivitas melalaui reformasi legal dan institusional. Setelah tercapainya peningkatan kuantitatif penggunaan internet, pemerintah Korea menginginkan terhajadinya peningkatan kualitatif dalam bentuk inovasi proses bisnis. Untuk meningkatkan berkembangnya industri baru, pemerintah Korea memfokuskan pada upgrading infrastruktur informasi, mensponsori riset, pengembangan termasuk mengembangkan sumber daya manusia. Perencanaan tersebut juga mencakup pengembangan informasi untuk semua industri dan meningkatkan produktivitas sampai ke tingkat negara industri G7. Target tersebut direncanakan meningkat 30 persen dari seluruh total transaksi pada industri utama dan 25 persen untuk industri lainnya yang dapat bekerja secara online padatahun 2006

G4C – Single Window e-Government (www.egov.go.kr)  Pada November 2002 pemerintah Korea mengeluarkan website e-service, yang berisikan 400 layanan publik. Diantara layanan yang disediakan misalnya pengurusan pajak, aplikasi untuk menjual properti dan sebagainya. Untuk mengurangi pengisian dokumen secara berulang-ulang, sistem yang dibuat dapat berbagi informasi antar agensi pemerintahan.

Social Insurance Service Portal (www.4insure.or.kr)  Sistem ini terhubung ke empat asuransi sosial utama (unemployment, health, industrial disaster dan pension). Sistem yang terintegrasi memudahkan pengguna untuk dapat mmelakukan registrasi, mengajukan permohonan dan sebagainya melalui satu aplikasi. Pencarian informasi dan pembayaran juga dapat dilakukan secara online The Government Superhighway Network Government Superhighway Network (GSN) digunakan untuk menghubungkan tiga kompleks pemerintahan dalam radius 160 km dan mencakup hampir semua departemen dan administrasi. Beberapa kantor pemerintah kecil akan terhubung secara remote dengan menggunakan fasilitas via satelit

PC for Public Servants  Korea memiliki kurang lebih 800.000 personel yang bekerja pada layanan sipil (diluar personel militer) yang 73.000 diantaranya merupakan pekerja kantoran. Komputer personal merupakan kebutuhan utama yang digunakan oleh pekerja kantoran tersebut sampai dengan 86 persen. Semua komputer personal terhubung ke internet dan email merupakan aplikasi yang digunakan oleh pekerja kantoran sampai dengan 91 persen.

 

%d blogger menyukai ini: